Kamis, 07 Oktober 2010

Bank Notes And Coins Of Indonesia 1945 - 1990

Buku tentang semua uang yang pernah terbit di Indonesia, full-color













Uang Majapahit, Banten, Sumenep, Aceh, dan Jambi

Isi buku : Mata uang ORI, Mata uang RIS, Mata Uang 1951 - 1990, Beberapa Mata Uang Pemerintah Hindia Belanda,Mata Uang Kertas Pendudukan Jepang di Indonesia, Seri Mata Uang Logam Republik Indonesia, Beberapa Mata Uang Logam di Indonesia sebelum 1945, Kurs rupiah Terhadap Beberapa Mata Uang Asing 1945 - 1990, Perkembangan Harga Logam Mulia 1945 - 1990, Tonggak-tonggak Sejarah Penerbitan Mata Uang Republik Indonesia, Tonggak-Tonggak Sejarah Perbankan di Indonesia, Seri Mata Uang Kertas Indonesia, Contoh-contoh uang kertas Indonesia yang pernah terbit dalam tatawarna sempurna / fullcolor,
Sampul : Hard Cover
Ukuran 23,5 x 31 cm
Tebal : 304 halaman kertas : Art paper (kunsdruk)
240 halaman berwarna foto-foto uang Indonesia.
Published by: Yayasan Serangan Umum 1 Maret 1949 & Perum Peruri, Jakarta 1991
Kondisi : Baik
Harga Rp 600.000,-

Uang Kertas Rp 100.000 tidak Salah Cetak


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Bank Indonesia menyatakan uang kertas Rp100.000 yang beredar sekarang tidak salah cetak dan tidak akan ditarik peredarannya karena tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu mengatakan pernyataan ini dikeluarkan sehubungan dengan beredarnya isu akan ditariknya uang kertas pecahan Rp100.000 bergambar Soekarno- Hatta yang diisukan mengalami kesalahan cetak pada bagian naskah proklamasi, khususnya pada pencantuman tahun `05.

"Uang Kertas pecahan Rp100.000 bergambar Soekarno-Hatta tidak mengalami kesalahan cetak dan tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah," katanya.

Menurut Difi, Bank Indonesia telah melakukan prosedur perencanaan desain dan pencetakan uang sesuai ketentuan, termasuk berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kebenaran dan keabsahan seluruh aspek yang tertera pada uang dimaksud.

"Pencantuman teks proklamasi pada Uang kertas Rp100.000 sudah sesuai dengan naskah asli-nya yaitu tertulis "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen `05"". Tahun `05 mengacu pada fakta sejarah dimana Jepang masih berkuasa pada saat itu, sehingga penanggalan yang dipergunakan adalah penanggalan Jepang yaitu tahun 2605 yang disingkat `05," katanya.

Untuk itu, kepada seluruh masyarakat, BI mengimbau untuk tidak terpengaruh oleh isu ataupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.